<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>G4disl4gik4ngen&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://g4disl4gik4ngen.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://g4disl4gik4ngen.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com site</description>
	<lastBuildDate>Thu, 01 Jul 2010 05:38:28 +0000</lastBuildDate>
	<language></language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='g4disl4gik4ngen.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>G4disl4gik4ngen&#039;s Blog</title>
		<link>http://g4disl4gik4ngen.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://g4disl4gik4ngen.wordpress.com/osd.xml" title="G4disl4gik4ngen&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://g4disl4gik4ngen.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Infeksi saluran kencing</title>
		<link>http://g4disl4gik4ngen.wordpress.com/2010/07/01/infeksi-saluran-kencing/</link>
		<comments>http://g4disl4gik4ngen.wordpress.com/2010/07/01/infeksi-saluran-kencing/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Jul 2010 05:38:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>g4disl4gik4ngen</dc:creator>
				<category><![CDATA[kebidanan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://g4disl4gik4ngen.wordpress.com/?p=59</guid>
		<description><![CDATA[Infeksi saluran kencing atau ISK merupakan masalah kesehatan yang cukup serius di bagi jutaan orang tiap tahun. ISK merupakan penyakit infeksi nomor 2 yang paling banyak menyerang manusia di muka bumi. Umumnya penyakit ini menyerang kaum wanita tapi sering juga ditemukan laki laki yang menderita ISK. Sistem saluran kencing atau sistem urin terdiri dari ginjal, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=g4disl4gik4ngen.wordpress.com&amp;blog=13542179&amp;post=59&amp;subd=g4disl4gik4ngen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://lh6.ggpht.com/imcw06/SN3q23LFFjI/AAAAAAAAADw/FzuQXr7SkOg/uchr_02_img0207.jpg?imgmax=512" alt="uchr_02_img0207.jpg" width="325" height="433" /></p>
<p>Infeksi saluran kencing atau ISK merupakan masalah kesehatan yang cukup serius di bagi jutaan orang tiap tahun. ISK merupakan penyakit infeksi nomor 2 yang paling banyak menyerang manusia di muka bumi. Umumnya penyakit ini menyerang kaum wanita tapi sering juga ditemukan laki laki yang menderita ISK.</p>
<p>Sistem saluran kencing atau sistem urin terdiri dari ginjal, ureter, kandung kencing dan urethra. Diantara keempat organ tersebut, ginjalah yang paling memegang peranan. Ginjal berfungsi menyaring sampah dari saluran darah, mengatur keseimbangan cairan, dan memproduksi beberapa hormon. Ureter berfungsi mengalirkan cairan hasil penyaringan ginjal ke kandung kemih untuk disimpan sementara dan bila kandung kemih sudah penuh maka akan dikeluarkan ke dunia luar melalui saluran urethra.</p>
<p>Setiap orang dewasa rata rata memproduksi satu sampai 2 liter urine perhari terggantung dari kondisi cuaca dan banyaknya cairan yang masuk.</p>
<p>Penyebab infeksi saluran kencing.</p>
<p>Secara normal, air kencing atau urine adalah steril alias bebas kuman. Infeksi terjadi bila bakteri atau kuman yang berasal dari saluran cerna jalan jalan ke urethra atau ujung saluran kencing untuk kemudian berkembang biak disana. Maka dari itu kuman yang paling sering menyebabkan ISK adalah E.coli yang umum terdapat dalam saluran pencernaan bagian bawah.</p>
<p>Pertama tama, bakteri akan menginap di urethra dan berkembang biak disana. Akibatnya, urethra akan terinfeksi yang kemudian disebut dengan nama urethritis. Jika kemudian bakteri naik ke atas menuju saluran kemih dan berkembang biak disana maka saluran kemih akan terinfeksi yang kemudian disebut dengan istilah cystitis. Jika infeksi ini tidak diobati maka bakteri akan naik lagi ke atas menuju ginjal dan menginfeksi ginjal yang dikenal dengan istilah pyelonephritis.</p>
<p>Mikroorganisme seperti klamidia dan mikoplasma juga dapat menyebabkan ISK namun infeksi yang diakibatkan hanya terbatas pada urethra dan sistem reproduksi. Tidak seperti E. coli, kedua kuman ini menginfeksi orang melalui perantara hubungan seksual.</p>
<p>Faktor resiko</p>
<p>Beberapa orang memang mempunyai resiko menderita ISK lebih besar dari yang lainnya. Ketidaknormalan fungsi saluran kemih menjadi biang keladinya. Batu saluran kemih, pembesaran prostat akan menghambat pengeluaran urine sehingga mempermudah perkembang biakan kuman.</p>
<p>Orang dengan diabetes juga rentan menderita ISK akibat dari penurunan daya tahan tubuh. Penyakit lain yang mempunyai efek menurunkan daya tahan tubuh juga merupakan faktor resiko terjadinya ISK.</p>
<p>Infeksi saluran kencing juga sering ditemukan pada anak anak yang dilahirkan dengan ketidak normalan saluran kemih.</p>
<p>Perempuan lebih rentan menderita ISK bila dibandingkan dengan laki laki mungkin dikarenakan saluran urethra yang lebih pendek dan ujung anus yang letaknya dekat dengan ujung urethra.</p>
<p>Gejala ISK</p>
<p>Tidak semua penderita merasakan gejala ISK tapi umumnya ada satu gejala yang mereka rasakan walau tidak terlalu menganggu. Gejalanya antara lain, sering kencing dan kesakitan saat kencing, rasa sakit sampai terbakar pada kandung kemih.</p>
<p>Pada perempuan merasakan ketidaknyamanan pada tulang kemaluan. Umumnya orang yang menderia ISK akan selalu ingin kencing tetapi kencing yang dikeluarkan sangatlah sedikit.</p>
<p>Air kencingnya sendiri bisa berwarna putih, cokelat, kemerahan. ISK tidak akan menyebabkan demam selama masih menginfeksi urethra dan kandung kemih, demam muncul bila ginjal sudah kena. Gejala lain saat ginjal terinfeksi adalah adanya rasa sakit pada punggung, mual, atau muntah.</p>
<p>Pengobatan ISK</p>
<p>Infeksi saluran kencing diobati dengan obat obatan antibiotika. Pilihan obat dan lamanya pengobatan terggantung dari lamanya infeksi dan jenis kumannya. Bila memang gejala diatas muncul, sebaiknya segera ke dokter untuk memperoleh pengobatan.</p>
<p>Pencegahan ISK</p>
<p>Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah ISK antara lain :</p>
<ul>
<li>
<div>Minumlah banyak cairan setiap hari.</div>
</li>
<li>
<div>Segeralah kencing bila ingin kencing, jangan hobi menahan kencing.</div>
</li>
<li>
<div>Untuk perempuan saat cebok, basuhlah dari depan ke belakang bukan sebaliknya.</div>
</li>
<li>
<div>Pilihlah shower saat mandi dibandingkan dengan bath tub.</div>
</li>
<li>
<div>Bersihkan kelamin saat akan berhubungan intim.</div>
</li>
<li>
<div>Hindari penggunaan cairan yang tidak jelas manfaatnya pada alat kelamin. Cairan ini dapat mengiritasi urethra.</div>
</li>
</ul>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/59/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=g4disl4gik4ngen.wordpress.com&amp;blog=13542179&amp;post=59&amp;subd=g4disl4gik4ngen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://g4disl4gik4ngen.wordpress.com/2010/07/01/infeksi-saluran-kencing/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e0ea0c847a36badf1a2b15fa0a6ebc9c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">g4disl4gik4ngen</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lh6.ggpht.com/imcw06/SN3q23LFFjI/AAAAAAAAADw/FzuQXr7SkOg/uchr_02_img0207.jpg?imgmax=512" medium="image">
			<media:title type="html">uchr_02_img0207.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Abortus (keguguran)</title>
		<link>http://g4disl4gik4ngen.wordpress.com/2010/07/01/abortus-keguguran/</link>
		<comments>http://g4disl4gik4ngen.wordpress.com/2010/07/01/abortus-keguguran/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Jul 2010 05:34:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>g4disl4gik4ngen</dc:creator>
				<category><![CDATA[kebidanan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://g4disl4gik4ngen.wordpress.com/?p=56</guid>
		<description><![CDATA[Abortus Abortus atau lebih dikenal dengan istilah keguguran adalah pengeluaran hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup di luar rahim. Janin belum mampu hidup di luar rahim, jika beratnya kurang dari 500 g, atau usia kehamilan kurang dari 20 minggu karena pada saat ini proses plasentasi belum selesai. Pada bulan pertama kehamilan yang mengalami abortus, hampir [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=g4disl4gik4ngen.wordpress.com&amp;blog=13542179&amp;post=56&amp;subd=g4disl4gik4ngen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Abortus </strong></p>
<p>Abortus atau lebih dikenal dengan istilah keguguran adalah pengeluaran hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup di luar rahim. Janin belum mampu hidup di luar rahim, jika beratnya kurang dari 500 g, atau usia kehamilan kurang dari 20 minggu karena pada saat ini proses plasentasi belum selesai. Pada bulan pertama kehamilan yang mengalami abortus, hampir selalu didahului dengan matinya janin dalam rahim.</p>
<p>Keguguran atau abortus disebabkan oleh banyak faktor, antara lain:</p>
<p>-          Kelainan sel telur ibu, biasanya terjadi di awal kehamilan.</p>
<p>-          Kelainan anatomi organ reproduksi ibu, misalnya mengalami kelainan atau gangguan pada rahim.</p>
<p>-          Gangguan sirkulasi plasenta akibat ibu menderita suatu penyakit, atau kelainan pembentukan plasenta.</p>
<p>-          Ibu menderita penyakit berat seperti infeksi yang disertai demam tinggi, penyakit jantung atau paru yang kronik, keracunan, mengalami kekurangan vitamin berat, dll.</p>
<p>-          Antagonis Rhesus ibu yang merusak darah janin.</p>
<p>Ada beberapa jenis abortus atau keguguran, yaitu:</p>
<p><strong><em>Abortus Iminens</em></strong></p>
<p>Ditandai dengan perdarahan pada usia kehamilan kurang dari 20 minggu, ibu mungkin mengalami mulas atau tidak sama sekali. Pada abortus jenis ini, hasil konsepsi atau janin masih berada di dalam, dan tidak disertai pembukaan (dilatasi serviks)</p>
<p><strong><em>Abortus Insipiens</em></strong></p>
<p>Terjadi perdarahan pada usia kehamilan kurang dari 20 minggu dan disertai mulas yang sering dan kuat. Pada abortus jenis ini terjadi pembukaan atau dilatasi serviks tetapi hasil konsepsi masih di dalam rahim.</p>
<p><strong><em>Abortus Inkomplet</em></strong></p>
<p>Terjadi pengeluaran sebagian hasil konsepsi pada usia kehamilan kurang dari 20 minggu, sementara sebagian masih berada di dalam rahim. Terjadi dilatasi serviks atau pembukaan, jaringan janin dapat diraba dalam rongga uterus atau sudah menonjol dari os uteri eksternum. Perdarahan tidak akan berhenti sebelum sisa hasil konsepsi dikeluarkan, sehingga harus dikuret.</p>
<p><strong><em>Abortus komplet</em></strong></p>
<p>Pada abortus jenis ini, <strong>semua hasil konsepsi dikeluarkan </strong>sehingga rahim kosong. Biasanya terjadi pada awal kehamilan saat plasenta belum terbentuk. Perdarahan mungkin sedikit dan os uteri menutup dan rahim mengecil. Pada wanita yang mengalami abortus ini, umumnya tidak dilakukan tindakan apa-apa, kecuali jika datang ke rumah sakit masih mengalami perdarahan dan masih ada sisa jaringan yang tertinggal, harus dikeluarkan dengan cara dikuret.</p>
<p><strong><em>Abortus Servikalis</em></strong></p>
<p>Pengeluaran hasil konsepsi terhalang oleh os uteri eksternum yang tidak membuka, sehingga mengumpul di dalam kanalis servikalis (rongga serviks) dan uterus membesar, berbentuk bundar, dan dindingnya menipis.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/56/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=g4disl4gik4ngen.wordpress.com&amp;blog=13542179&amp;post=56&amp;subd=g4disl4gik4ngen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://g4disl4gik4ngen.wordpress.com/2010/07/01/abortus-keguguran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e0ea0c847a36badf1a2b15fa0a6ebc9c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">g4disl4gik4ngen</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Penyakit Jantung</title>
		<link>http://g4disl4gik4ngen.wordpress.com/2010/07/01/penyakit-jantung/</link>
		<comments>http://g4disl4gik4ngen.wordpress.com/2010/07/01/penyakit-jantung/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Jul 2010 05:29:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>g4disl4gik4ngen</dc:creator>
				<category><![CDATA[kebidanan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://g4disl4gik4ngen.wordpress.com/?p=52</guid>
		<description><![CDATA[Tekanan Darah Rendah (hipotensi) Apakah tekanan darah rendah? Tekanan darah adalah gaya yang diberikan oleh sirkulasi darah pada dinding pembuluh darah, dan merupakan salah satu tanda vital pokok kehidupan, yang juga termasuk detak jantung, laju pernapasan, dan suhu. Tekanan darah dihasilkan oleh jantung memompa darah ke dalam arteri dan diatur oleh respon oleh arteri terhadap [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=g4disl4gik4ngen.wordpress.com&amp;blog=13542179&amp;post=52&amp;subd=g4disl4gik4ngen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="bookmark" href="http://www.penyakitjantung.info/penyakit/tekanan-darah-rendah-hipotensi.htm">Tekanan Darah Rendah (hipotensi)</a></p>
<p><strong>Apakah tekanan darah rendah?</strong><br />
Tekanan darah adalah gaya yang diberikan oleh sirkulasi darah pada dinding pembuluh darah, dan merupakan salah satu tanda vital pokok kehidupan, yang juga termasuk detak jantung, laju pernapasan, dan suhu. Tekanan darah dihasilkan oleh jantung memompa darah ke dalam arteri dan diatur oleh respon oleh arteri terhadap aliran darah.</p>
<p>Tekanan darah Seorang individu yang dinyatakan sebagai sistolik/tekanan darah diastolik, misalnya, 120/80.The tekanan darah sistolik (angka atas) merupakan tekanan dalam arteri sebagai otot jantung berkontraksi dan memompa darah ke dalamnya. Tekanan darah diastolik (angka bawah) merupakan tekanan dalam arteri sebagai otot jantung rileks setelah kontrak. Tekanan darah selalu lebih tinggi ketika jantung memompa (meremas) dibandingkan saat santai.</p>
<p>Tekanan darah Sistolik untuk orang dewasa yang paling sehat jatuh antara 90 dan 120 milimeter merkuri (mm Hg). tekanan darah diastolik Normal jatuh antara 60 dan 80 mm Hg. pedoman saat ini mendefinisikan tekanan darah normal sebagai lebih rendah dari 120/80. tekanan darah lebih dari 130/80 dianggap tinggi. Tekanan darah tinggi meningkatkan risiko pengembangan:</p>
<ul> penyakit jantung,<br />
penyakit ginjal,<br />
pengerasan arteri (atherosclerosis atau arteriosclerosis),<br />
kerusakan mata, dan<br />
stroke.</ul>
<p>Tekanan darah rendah (hipotensi) adalah tekanan begitu rendah menyebabkan gejala atau tanda-tanda karena rendahnya aliran darah melalui arteri dan vena. Ketika aliran darah terlalu rendah untuk memberikan cukup oksigen dan nutrisi ke organ-organ vital seperti otak, jantung, dan ginjal, organ-organ tidak berfungsi normal dan mungkin rusak secara permanen.</p>
<p>Tidak seperti tekanan darah tinggi, tekanan darah rendah didefinisikan terutama dengan tanda dan gejala aliran darah rendah dan tidak oleh sejumlah tekanan darah tertentu. Beberapa individu mungkin memiliki tekanan darah 90/50 tanpa gejala tekanan darah rendah dan karena itu tidak memiliki tekanan darah rendah. Namun, orang lain yang biasanya memiliki tekanan darah tinggi dapat mengembangkan gejala tekanan darah rendah jika tekanan darah mereka turun menjadi 100/60.</p>
<h2><a rel="bookmark" href="http://www.penyakitjantung.info/penyakit/tekanan-darah-tinggi-hipertensi.htm">Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi)</a></h2>
<p><strong>Apa tekanan darah tinggi?</strong><br />
Tekanan darah tinggi (KSJP) atau hipertensi berarti tekanan tinggi (ketegangan) pada arteri. Arteri adalah pembuluh yang membawa darah dari jantung memompa ke seluruh jaringan dan organ tubuh. tekanan darah tinggi tidak berarti ketegangan emosional yang berlebihan, meskipun ketegangan emosional dan stres sementara dapat meningkatkan tekanan darah. tekanan darah normal adalah dibawah 120/80; tekanan darah antara 120/80 dan 139/89 disebut “pre-hipertensi”, dan tekanan darah 140/90 atau di atas dianggap tinggi.</p>
<p>Angka yang di atas, tekanan darah sistolik, sesuai dengan tekanan dalam arteri saat jantung berkontraksi dan memompa darah maju ke arteri. Angka yang di bawah, tekanan diastolik, merupakan tekanan dalam arteri saat jantung rileks setelah kontraksi. Tekanan diastolik mencerminkan tekanan terendah yang terkena arteri.</p>
<h2><a rel="bookmark" href="http://www.penyakitjantung.info/infokes/rokok-dan-kesehatan-jantung.htm">Rokok Dan Kesehatan jantung</a></h2>
<p>Rokok dan Kesehatan<br />
Banyak orang menyangka bahwa rokok hanya berkaitan dengan penyakit paru dan pernafasan. Padahal rokok juga merupakan penyebab utama dari penyakit Jantung.<br />
<strong>Merokok: No 1 penyebab penyakit dapat dicegah dan kematian</strong><br />
Merokok dan penggunaan tembakau merupakan faktor risiko yang signifikan untuk berbagai gangguan kronis. Menurut American Heart Association, merokok merupakan penyebab paling penting dicegah kematian prematur di Amerika Serikat, tercatat 440.000 dari lebih dari 2.400.000 kematian per tahun.</p>
<p><strong>Apa hubungan antara merokok dan penyakit kardiovaskuler?</strong><br />
Merokok merupakan penyebab utama dari aterosklerosis – penumpukan zat lemak dalam arteri. Aterosklerosis terjadi bila lapisan normal dari arteri memburuk, dinding arteri menebal dan deposito lemak dan plak blok aliran darah melalui arteri. Dalam penyakit arteri koroner, arteri yang memasok darah ke jantung menjadi sangat menyempit, penurunan pasokan darah kaya oksigen ke jantung, terutama pada saat aktivitas meningkat. Extra regangan pada jantung dapat menyebabkan sakit dada (angina pectoris) dan gejala lainnya. Bila satu atau lebih arteri koroner benar-benar diblokir, serangan jantung (cedera pada otot jantung) dapat terjadi.<br />
Dalam penyakit arteri perifer, aterosklerosis mempengaruhi arteri yang membawa darah ke lengan dan kaki. Akibatnya, pasien mungkin mengalami kram menyakitkan otot-otot kaki ketika berjalan (suatu kondisi yang disebut klaudikasio intermiten). penyakit arteri perifer juga meningkatkan risiko stroke.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/52/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=g4disl4gik4ngen.wordpress.com&amp;blog=13542179&amp;post=52&amp;subd=g4disl4gik4ngen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://g4disl4gik4ngen.wordpress.com/2010/07/01/penyakit-jantung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e0ea0c847a36badf1a2b15fa0a6ebc9c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">g4disl4gik4ngen</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pikun Pada LANSIA</title>
		<link>http://g4disl4gik4ngen.wordpress.com/2010/07/01/pikun-pada-lansia/</link>
		<comments>http://g4disl4gik4ngen.wordpress.com/2010/07/01/pikun-pada-lansia/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Jul 2010 05:22:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>g4disl4gik4ngen</dc:creator>
				<category><![CDATA[kebidanan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://g4disl4gik4ngen.wordpress.com/?p=49</guid>
		<description><![CDATA[Semua pasti ingin panjang umur. Tapi, tentu tidak seorangpun yang menghendaki menjadi ringkih atau bahkan pikun akibat lanjut usia. Bersamaan dengan proses penuaan, bukan hanya kondisi fisik yang menurun drastis, tapi juga datang penyakit pikun. Data statsitik menujukkan, dewasa ini di Jerman saja, sekitar 70 persen penghuni rumah perawatan manusia lanjut usia mengidap penyakit pikun. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=g4disl4gik4ngen.wordpress.com&amp;blog=13542179&amp;post=49&amp;subd=g4disl4gik4ngen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Semua pasti ingin panjang umur. Tapi, tentu tidak seorangpun yang menghendaki menjadi ringkih atau bahkan pikun akibat lanjut usia.<br />
</strong>Bersamaan dengan proses penuaan, bukan hanya kondisi fisik yang menurun drastis, tapi juga datang penyakit pikun. Data statsitik menujukkan, dewasa ini di Jerman saja, sekitar 70 persen penghuni rumah perawatan manusia lanjut usia mengidap penyakit pikun. Jika disebutkan jumlahnya secara konkrit, memang cukup mengejutkan, yakni sekitar 1,2 juta manula di Jerman menderita penyakit menurun drastisnya kemampuan berfikir.</p>
<p><strong>Penurunan Kemampuan Berpikir</strong></p>
<p><strong></strong>Gejalanya juga mudah dikenali. Misalnya saja, manula yang sering kelabakan mencari kunci rumah yang hilang. Jika kunci rumah ditemukan di kotak tempat gula, atau di tempat lain yang tidak lazim, ini merupakan pertanda pikun. Definisi dari pikun adalah, terus menurunnya kemampuan berpikir secara drastis, akibat menurunnya fungsi jaringan otak. Penyebab utamanya belum diketahui secara pasti. Dampaknya, terutama menurunnya kinerja memory dan kemampuan memecahkan masalah sehari-hari. <strong>Alzheimer, Salah Satu Penyebab </strong>Gejala pikun biasanya meningkat seiring pertambahan usia. Akan tetapi perlu diketahui, pikun bukan merupakan gejala normal dari proses penuaan. Di negara-negara maju, sekitar 60 persen dari penyebab pikun adalah penyakit Alzheimer. Dalam kasus ini, penurunan kemampuan berpikir terjadi akibat rusaknya jaringan otak. Penyebabnya hingga kini masih dicari. Yang juga amat menarik, perempuan lebih banyak mengidap pikun akibat penyakit Alzheimer dibanding laki-laki. Penyakit ini biasanya menyerang secara pelan-pelan dan diam-diam, kebanyakan pada usia di atas 60 tahun. Seiring dengan perjalanan waktu, penyakitnya terus bertambah parah. <strong>Tidak Mau Mengakui </strong>Pikun sejak lama sudah menjadi penyakit umum di kalangan manula. Akan tetapi, biasanya kalau dokter mendiagnosa seseorang menderita pikun, ibaratnya dimulai semacam permainan petak umpet. Dalam arti, penderitanya terus berusaha memungkiri penyakitnya. Dokter Ingo Füsgen, direktur Klinik Ilmu Penuaan di Wuppertal mengatakan:</p>
<p>&#8220;</p>
<p><em>Banyak yang masih berkilah, memang begitulah kalau sudah tua. Tapi dengan pernyataan seperti itu, penyakit menjadi tidak dapat diobati. </em><em>Kita tidak lagi menganggap tema itu tabu, atau merasa malu membicarakannya. Karena itulah, bersama dengan para dokter umum, saya berusaha membuat panduan pengobatan penyakitnya secara terstruktur</em>.“ <strong>Penyuluhan Dini </strong>Menimbang cukup banyaknya penderita pikun, Füsgen menuntut agar penyakit itu lebih diperhatikan. Hal ini juga telah ditanggapi oleh para tokoh politik. Misalnya saja menteri sosial di negara bagian Jerman, Thüringen, Klaus Zeh, mengimbau dilakukannya penyuluhan terhadap generasi muda. Menteri Zeh juga mengatakan, sejak kanak-kanak harus ditanamkan pengertian, bahwa dalam usia tua, kemampuan kita dapat menurun. <strong>Tidak Bisa Diobati </strong>Penyakit pikun menggeregogoti kepribadian penderitanya. Seringkali mereka menjadi agresiv. Atau sebaliknya menjadi sangat derpresiv. Menurut professor Ingo Füsgen, penyakit pikun memang tidak dapat disembuhkan, akan tetapi lajunya dapat direm. Füsgen mengatakan, “<em>Kita sekarang memiliki sarana yang cukup bagus. Misalnya dengan pemberian obat-obatan. Itu berarti, meningkatkan kualitas kehidupan, dan mencegah terbuangnya waktu bagi perawatan</em>.“ Untuk pemberian obat-obatan atau terapi lainnya, tentu saja harus dilibatkan tenaga ahli medis. Pasalnya, penyebab penyakit pikun, khususnya akibat penyakit Alzheimer, sejauh ini baru sebagian yang diketahui. Selain faktor genetika, juga terus diteliti gangguan fungsi pada jaringan saraf pengantar pesan di otak yang disebut synapse. Dalam proses penuaan yang normal, jumlah synapse di otak memang berkurang. Akan tetapi, dalam kasus penyakit Alzheimer, jumlah synapse berkurang secara dramatis. <strong>Kemampuan Regenerasi </strong>Penelitan para pakar menunjukan, sel-sel saraf pada penderita Alzheimer tidak memiliki kemampuan memulihkan synapse yang sudah aus, atau lebih jauh lagi membentuk jaringan synapse baru. Padahal, kemampuan stabilisasi atau regenerasi synapse, dalam kondisi normal, tetap ada pada sel saraf manusia lanjut usia. Pada penderita pikun akibat penyakit Alzheimer, penurunan drastis kemampuan regenerasi sel saraf, sebagian diakibatkan mutasi genetika dan sebagian lagi akibat pengerasan protein tertentu di dalam otak. <strong>Pencegahan Munculnya Gejala </strong>Dalam ilmu kedokteran aktual, terdapat tiga pilar pengobatan pikun akibat Alzheimer. Pada dasarnya pengobatan ini hanya memerangi gejalanya, bukan penyebab penyakitnya. Pilar pertama, adalah yang berbasis pengobatan penyakit dalam. Di sini, dilakukan pengobatan penyakit lain yang memperparah gejala Alzheimer. Antara lain pengobatan tekanan darah tinggi, penyakit gula atau penyakit gangguan metabolisme. Metode berikutnya, adalah pemberian obat-obatan untuk meningkatkan kinerja sel saraf. Biasanya diberikan obat-obatan yang mengandung unsur aktiv yang memicu perbaikan kinerja saraf. Sedangkan pilar ketiga adalah pemberian obat-obatan psiko-farmaka, untuk menekan gejala gangguan perilaku, seperti sikap gelisah, agresiv atau juga terpecahnya kepribadian. <strong>Menghambat Kemunduran </strong>Namun para dokter juga memperingatkan, pemberian obat penenang semacam itu, juga dapat memicu reaksi yang sebaliknya. Dalam kondisi tertentu, para penderita penyakit Alzheimer, malahan dapat bersikap lebih agresiv lagi. Selain itu, kemampuan berfikir para penderita yang sudah menurun menjadi macet samasekali. Semua cara pengobatan, pada intinya hanya bertujuan untuk menjaga stabilitas fungsi otak. Terutama agar penderita tetap dapat melaksanakan kegiatan sehari-hari. Selain itu juga dapat dihambat kemunduran fungsi otak yang lebih parah.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/49/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=g4disl4gik4ngen.wordpress.com&amp;blog=13542179&amp;post=49&amp;subd=g4disl4gik4ngen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://g4disl4gik4ngen.wordpress.com/2010/07/01/pikun-pada-lansia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e0ea0c847a36badf1a2b15fa0a6ebc9c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">g4disl4gik4ngen</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kanker Serviks</title>
		<link>http://g4disl4gik4ngen.wordpress.com/2010/07/01/kanker-serviks/</link>
		<comments>http://g4disl4gik4ngen.wordpress.com/2010/07/01/kanker-serviks/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Jul 2010 05:14:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>g4disl4gik4ngen</dc:creator>
				<category><![CDATA[kebidanan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://g4disl4gik4ngen.wordpress.com/?p=46</guid>
		<description><![CDATA[Kanker serviks atau kanker leher rahim (sering juga disebut kanker mulut rahim) merupakan salah satu penyakit kanker yang paling banyak terjadi bagi kaum wanita. Setiap satu jam, satu wanita meninggal di Indonesia karena kanker serviks atau kanker leher rahim ini. Fakta menunjukkan bahwa jutaan wanita di dunia terinfeksi HPV, yang dianggap penyakit lewat hubungan seks [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=g4disl4gik4ngen.wordpress.com&amp;blog=13542179&amp;post=46&amp;subd=g4disl4gik4ngen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kanker serviks</strong> atau <strong>kanker leher rahim</strong> (sering juga disebut <strong>kanker mulut rahim</strong>) merupakan salah satu penyakit kanker yang paling banyak terjadi bagi kaum wanita. Setiap satu jam, satu wanita meninggal di Indonesia karena kanker serviks atau kanker leher rahim ini. Fakta menunjukkan bahwa jutaan wanita di dunia terinfeksi <strong>HPV</strong>, yang dianggap penyakit lewat hubungan seks yang paling umum di dunia.</p>
<div>Di Indonesia, setiap satu jam, satu wanita meninggal karena kanker serviks</div>
<p>Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), infeksi ini merupakan faktor risiko utama kanker leher rahim. Setiap tahun, ratusan ribu kasus HPV terdiagnosis di dunia dan ribuan wanita meninggal karena kanker serviks, yang disebabkan oleh infeksi itu. Mengingat fakta yang mengerikan ini, maka berbagai tindakan pencegahan dan pengobatan telah dibuat untuk mengatasi kanker serviks atau kanker leher rahim.</p>
<p>Kanker serviks atau kanker leher rahim terjadi di bagian organ reproduksi seorang wanita. Leher rahim adalah bagian yang sempit di sebelah bawah antara vagina dan rahim seorang wanita. Di bagian inilah tempat terjadi dan tumbuhnya kanker serviks. Apa penyebab kanker serviks atau kanker leher rahim? Bagaimana cara pencegahannya? Serta bagaimana cara mengatasinya jika sudah terinfeksi HPV?</p>
<h2>HPV</h2>
<p>Kanker serviks disebabkan infeksi virus <strong>HPV</strong> <strong><em>(human papillomavirus)</em></strong> atau virus papiloma manusia. HPV menimbulkan kutil pada pria maupun wanita, termasuk kutil pada kelamin, yang disebut <strong>kondiloma akuminatum</strong>. Hanya beberapa saja dari ratusan varian HPV yang dapat menyebabkan kanker. Kanker serviks atau kanker leher rahim bisa terjadi jika terjadi infeksi yang tidak sembuh-sembuh untuk waktu lama. Sebaliknya, kebanyakan infeksi HPV akan hilang sendiri, teratasi oleh sistem kekebalan tubuh.</p>
<h2>Penyebab dan Gejala Kanker Serviks</h2>
<p><strong>Kanker serviks</strong> menyerang daerah <strong>leher rahim</strong> atau <strong>serviks</strong> yang disebabkan infeksi virus <strong>HPV</strong> <strong><em>(human papillomavirus)</em></strong> yang tidak sembuh dalam waktu lama. Jika kekebalan tubuh berkurang, maka infeksi HPV akan mengganas dan bisa menyebabkan terjadinya kanker serviks. Gejalanya tidak terlalu kelihatan pada stadium dini, itulah sebabnya kanker serviks yang dimulai dari infeksi HPV dianggap sebagai <em>&#8220;The Silent Killer&#8221;</em>.</p>
<p>Beberapa gejala bisa diamati meski tidak selalu menjadi petunjuk infeksi HPV. Keputihan atau mengeluarkan sedikit darah setelah melakukan hubungan intim adalah sedikit tanda gejala dari kanker ini. Selain itu, adanya cairan kekuningan yang berbau di area genital juga bisa menjadi petunjuk infeksi HPV. Virus ini dapat menular dari seorang penderita kepada orang lain dan menginfeksi orang tersebut. Penularannya dapat melalui kontak langsung dan karena hubungan seks.</p>
<p>Ketika terdapat virus ini pada tangan seseorang, lalu menyentuh daerah genital, virus ini akan berpindah dan dapat menginfeksi daerah serviks atau leher rahim Anda. Cara penularan lain adalah di <em>closet</em> pada WC umum yang sudah terkontaminasi virus ini. Seorang penderita kanker ini mungkin menggunakan <em>closet</em>, virus HPV yang terdapat pada penderita berpindah ke <em>closet</em>. Bila Anda menggunakannya tanpa membersihkannya, bisa saja virus kemudian berpindah ke daerah genital Anda.</p>
<p>Buruknya gaya hidup seseorang dapat menjadi penunjang meningkatnya jumlah penderita kanker ini. Kebiasaan <a title="merokok" href="http://kumpulan.info/sehat/artikel-kesehatan/48-artikel-kesehatan/255-mengapa-berhenti-rokok.html">merokok</a>, kurang mengkonsumsi <a title="vitamin C" href="http://kumpulan.info/sehat/artikel-kesehatan/48-artikel-kesehatan/80-kandungan-vitamin-c-buah.html">vitamin C</a>, vitamin E dan asam folat dapat menjadi penyebabnya. Jika mengkonsumsi makanan bergizi akan membuat daya tahan tubuh meningkat dan dapat mengusir virus HPV.</p>
<p>Risiko menderita kanker serviks adalah wanita yang aktif berhubungan seks sejak usia sangat dini, yang sering berganti pasangan seks, atau yang berhubungan seks dengan pria yang suka berganti pasangan. Faktor penyebab lainnya adalah menggunakan pil KB dalam jangka waktu lama atau berasal dari keluarga yang memiliki riwayat penyakit kanker.</p>
<p>Sering kali, pria yang tidak menunjukkan gejala terinfeksi HPV itulah yang menularkannya kepada pasangannya. Seorang pria yang melakukan hubungan seks dengan seorang wanita yang menderita kanker serviks, akan menjadi media pembawa virus ini. Selanjutnya, saat pria ini melakukan hubungan seks dengan istrinya, virus tadi dapat berpindah kepada istrinya dan menginfeksinya.</p>
<h2>Deteksi Kanker Serviks</h2>
<p>Bagaimana cara mendeteksi bahwa seorang wanita terinfeksi HPV yang menyebabkan kanker serviks? Gejala seseorang terinfeksi HPV memang tidak terlihat dan tidak mudah diamati. Cara paling mudah untuk mengetahuinya dengan melakukan pemeriksaan sitologis leher rahim. Pemeriksaan ini saat ini populer dengan nama <strong><a title="pap smear" href="http://kumpulan.info/sehat/artikel-kesehatan/48-artikel-kesehatan/147-pap-smear-thin-prep-cegah-kanker-serviks.html">Pap smear</a></strong> atau <strong><em>Papanicolaou smear</em></strong> yang diambil dari nama dokter Yunani yang menemukan metode ini yaitu George N. Papanicolaou. Namun, ada juga berbagai metode lainnya untuk deteksi dini terhadap infeksi HPV dan kanker serviks seperti berikut:</p>
<div>
<ul>
<li>
<h3>IVA</h3>
<p>IVA yaitu singkatan dari Inspeksi Visual dengan Asam asetat. Metode pemeriksaan dengan mengoles <strong>serviks</strong> atau leher rahim dengan asam asetat. Kemudian diamati apakah ada kelainan seperti area berwarna putih. Jika tidak ada perubahan warna, maka dapat dianggap tidak ada infeksi pada serviks. Anda dapat melakukan di Puskesmas dengan harga relatif murah. Ini dapat dilakukan hanya untuk deteksi dini. Jika terlihat tanda yang mencurigakan, maka metode deteksi lainnya yang lebih lanjut harus dilakukan.</li>
<li>
<h3>Pap smear</h3>
<p>Metode tes Pap smear yang umum yaitu dokter menggunakan pengerik atau sikat untuk mengambil sedikit sampel sel-sel <strong>serviks</strong> atau leher rahim. Kemudian sel-sel tersebut akan dianalisa di laboratorium. Tes itu dapat menyingkapkan apakah ada infeksi, radang, atau sel-sel abnormal. Menurut laporan sedunia, dengan secara teratur melakukan tes Pap smear telah mengurangi jumlah kematian akibat kanker serviks.</li>
<li>
<h3>Thin prep</h3>
<p>Metode <strong><a title="thin prep" href="http://kumpulan.info/sehat/artikel-kesehatan/48-artikel-kesehatan/147-pap-smear-thin-prep-cegah-kanker-serviks.html">Thin prep</a></strong> lebih akurat dibanding Pap smear. Jika Pap smear hanya mengambil sebagian dari sel-sel di serviks atau leher rahim, maka Thin prep akan memeriksa seluruh bagian serviks atau leher rahim. Tentu hasilnya akan jauh lebih akurat dan tepat.</li>
<li>
<h3>Kolposkopi</h3>
<p>Jika semua hasil tes pada metode sebelumnya menunjukkan adanya infeksi atau kejanggalan, prosedur kolposkopi akan dilakukan dengan menggunakan alat yang dilengkapi lensa pembesar untuk mengamati bagian yang terinfeksi. Tujuannya untuk menentukan apakah ada lesi atau jaringan yang tidak normal pada serviks atau leher rahim. Jika ada yang tidak normal, biopsi — pengambilan sejumlah kecil jaringan dari tubuh — dilakukan dan pengobatan untuk kanker serviks segera dimulai.</li>
</ul>
</div>
<h2>Mengobati Kanker Serviks</h2>
<p>Jika terinfeksi HPV, jangan cemas, karena saat ini tersedia berbagai cara pengobatan yang dapat mengendalikan infeksi HPV. Beberapa pengobatan bertujuan mematikan sel-sel yang mengandung virus HPV. Cara lainnya adalah dengan menyingkirkan bagian yang rusak atau terinfeksi dengan pembedahan listrik, pembedahan laser, atau <em>cryosurgery</em> (membuang jaringan abnormal dengan pembekuan).</p>
<p>Jika kanker serviks sudah sampai ke stadium lanjut, maka akan dilakukan terapi kemoterapi. Pada beberapa kasus yang parah mungkin juga dilakukan <strong>histerektomi</strong> yaitu operasi pengangkatan rahim atau kandungan secara total. Tujuannya untuk membuang sel-sel kanker serviks yang sudah berkembang pada tubuh.</p>
<p>Namun, mencegah lebih baik daripada mengobati. Karena itu, bagaimana cara mencegah terinfeksi HPV dan kanker serviks? Berikut ini beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mencegah kanker serviks.</p>
<h2>Mencegah Kanker Serviks</h2>
<p>Meski kanker serviks menakutkan, namun kita semua bisa mencegahnya. Anda dapat melakukan banyak tindakan pencegahan sebelum terinfeksi HPV dan akhirnya menderita <strong>kanker serviks</strong>. Beberapa cara praktis yang dapat Anda lakukan dalam kehidupan sehari-hari antara lain:</p>
<div>
<ul>
<li>Miliki pola makan sehat, yang kaya dengan sayuran, buah dan sereal untuk merangsang sistem kekebalan tubuh. Misalnya mengkonsumsi berbagai karotena, vitamin A, C, dan E, dan asam folat dapat mengurangi risiko terkena kanker leher rahim.</li>
<li>Hindari merokok. Banyak bukti menunjukkan penggunaan tembakau dapat meningkatkan risiko terkena kanker serviks.</li>
<li>Hindari seks sebelum menikah atau di usia sangat muda atau belasan tahun.</li>
<li>Hindari berhubungan seks selama masa haid terbukti efektif untuk mencegah dan menghambat terbentuknya dan berkembangnya kanker serviks.</li>
<li>Hindari berhubungan seks dengan banyak partner.</li>
<li>Secara rutin menjalani tes <strong><em>Pap smear</em></strong> secara teratur. Saat ini tes <em>Pap smear</em> bahkan sudah bisa dilakukan di tingkat Puskesmas dengan harga terjangkau.</li>
<li>Alternatif tes Pap smear yaitu tes <strong>IVA</strong> dengan biaya yang lebih murah dari Pap smear. Tujuannya untuk deteksi dini terhadap infeksi HPV.</li>
<li>Pemberian vaksin atau vaksinasi HPV untuk mencegah terinfeksi HPV.</li>
<li>Melakukan pembersihan organ intim atau dikenal dengan istilah <strong><em>vagina toilet</em></strong>. Ini dapat dilakukan sendiri atau dapat juga dengan bantuan dokter ahli. Tujuannya untuk membersihkan organ intim wanita dari kotoran dan penyakit.</li>
</ul>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/46/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=g4disl4gik4ngen.wordpress.com&amp;blog=13542179&amp;post=46&amp;subd=g4disl4gik4ngen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://g4disl4gik4ngen.wordpress.com/2010/07/01/kanker-serviks/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e0ea0c847a36badf1a2b15fa0a6ebc9c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">g4disl4gik4ngen</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hiperemesis Gravidarum pada BUMIL</title>
		<link>http://g4disl4gik4ngen.wordpress.com/2010/07/01/hiperemesis-gravidarum-pada-bumil/</link>
		<comments>http://g4disl4gik4ngen.wordpress.com/2010/07/01/hiperemesis-gravidarum-pada-bumil/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Jul 2010 05:10:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>g4disl4gik4ngen</dc:creator>
				<category><![CDATA[kebidanan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://g4disl4gik4ngen.wordpress.com/?p=42</guid>
		<description><![CDATA[A. Pengertian Hiperemesis Gravidarum adalah mual dan muntah berlebihan pada wanita hamil sampai mengganggu pekerjaan sehari-hari karena keadaan umumnya menjadi buruk, karena terjadi dehidrasi. (Rustam Mochtar, 1998) Mual biasanya terjadi pada pagi hari, tetapi dapat timbul setiap saat dan bahkan malam hari. Gejala-gejala ini kurang lebih terjadi 6 minggu setelah hari pertama haid dan berlangsung [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=g4disl4gik4ngen.wordpress.com&amp;blog=13542179&amp;post=42&amp;subd=g4disl4gik4ngen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>A. Pengertian<br />
Hiperemesis Gravidarum adalah mual dan muntah berlebihan pada wanita hamil sampai mengganggu pekerjaan sehari-hari karena keadaan umumnya menjadi buruk, karena terjadi dehidrasi. (Rustam Mochtar, 1998)<br />
Mual biasanya terjadi pada pagi hari, tetapi dapat timbul setiap saat dan bahkan malam hari. Gejala-gejala ini kurang lebih terjadi 6 minggu setelah hari pertama haid dan berlangsung selama kurang lebih 10 minggu.<br />
Hiperemesis Gravidarum (vomitus yang merusak dalam kehamilan) adalah nausea dan vomitus dalam kehamilan yang berkembang sedemikian luas sehingga terjadi efek sistemik, dehidrasi dan penurunan berat badan. (Ben-Zion, MD, hal : 232)<br />
Hiperemesis diartikan sebagai muntah yang terjadi secara berlebihan selama kehamilan. (Hellen Farrer, 1999, hal : 112)</p>
<p>B.Etiologi<br />
Penyebab hiperemesis gravidarum belum diketahui secara pasti. Frekuensi kejadian adalah 3,5 per 1000 kehamilan. Faktor-faktor predisposisi yang dikemukakan : ( Rustan Mochtar, 1998 )<br />
1.Faktor organik, yaitu karena masuknya vili khoriales dalam sirkulasi maternal dan perubahan metabolik akibat kehamilan serta resistensi yang menurun dari pihak ibu terhadap perubahan-perubahan ini serta adanya alergi, yaitu merupakan salah satu respon dari jaringan ibu terhadap janin.<br />
2.Faktor Psikologik.<br />
Faktor ini memegang peranan penting pada penyakit ini. Rumah tangga yang retak, kehilangan pekerjaan, takut terhadap kehamilan dan persalinan, takut terhadap tanggungan sebagai ibu, dapat menyebabkan konflik mental yang dapat memperberat mual dan muntah sebagai ekspresi tidak sadar terhadap keengganan menjadi hamil atau sebagai pelarian kesukaran hidup.<br />
3.Faktor endokrin lainnya : hipertiroid, diabetes, peningkatan kadar HCG dan lain-lain.</p>
<p>C.Patologi<br />
Pada otopsi wanita meninggal karena hiperemesis gravidarum diperoleh keterangan bahwa terjadinya kelainan pada organ-organ tubuh adalah sebagai berikut<br />
1.Hepar  pada tingkat ringan hanya ditemukan degenerasi lemak sentrilobuler tanpa nekrosis.<br />
2.Jantung  jantung atrofi, menjadi lebih kecil dari biasa. Kadang kala dijumpai perdarahan sub-endokardial.<br />
3.Otak  terdapat bercak-bercak perdarahan pada otak dan kelainan seperti pada ensepalopati Wirnicke.<br />
4.Ginjal  ginjal tampak pucat dan degenerasi lemak dapat ditemukan pada tubuli kontorti.</p>
<p>D.Patofisiologi<br />
Perasaan mual adalah akibat dari meningkatnya kadar estrogen yang biasa terjadi pada trimester I. Bila terjadi terus-menerus dapat mengakibatkan dehidrasi dan tidak imbangnya elektrolit dengan alkalosis hipokloremik.<br />
Hiperemesis gravidarum ini dapat mengakibatkan cadangan karbohidrat dan lemak habis terpakai untuk keperluan energi. Karena okisidasi lemak yang tak sempurna, terjadilah ketosis dengan tertimbunnya asam aseto-asetik, asam hidroksida butirik, dan aseton dalam darah. Muntah menyebabkan dehidrasi, sehingga cairan ekstraseluler dan plasma berkurang. Natrium dan klorida darah turun. Selain itu, dehidrasi menyebabkan hemokonsentrasi, sehingga aliran darah ke jaringan berkurang. Hal ini menyebabkan jumlah zat makanan dan oksigen ke jaringan berkurang pula tertimbunnya zat metabolik yang toksik. Di samping dehidrasi dan gangguan keseimbangan elektrolit, dapat terjadi robekan pada selaput lendir esofagus dan lambung ( sindroma mollary-weiss ), dengan akibat perdarahan gastrointestinal.</p>
<p>E.Tanda dan Gejala<br />
Batas mual dan muntah berapa banyak yang disebut hiperemesis gravidarum tidak ada kesepakatan. Ada yang mengatakan, bila lebih dari sepuluh kali muntah. Akan tetapi, apabila keadaan umum ibu terpengaruh dianggap sebagai hiperemesis gravidarum. Hiperemesis gravidarum menurut berat ringannya gejala dibagi menjadi tiga tingkatan, yaitu :<br />
1.Tingkatan I (Ringan)<br />
a.Mual muntah terus-menerus yang mempengaruhi keadaan umum penderita.<br />
b.Ibu merasa lemah.<br />
c.Nafsu makan tidak ada.<br />
d.Berat badan menurun.<br />
e.Merasa nyeri pada epigastrium.<br />
f.Nadi meningkat sekitar 100 per menit.<br />
g.Tekanan darah menurun.<br />
h.Turgor kulit berkurang.<br />
i.Lidah mengering.<br />
j.Mata cekung.<br />
2.Tingkatan II (sedang)<br />
a.Penderita tampak lebih lemah dan apatis.<br />
b.Turgor kulit mulai jelek.<br />
c.Lidah mengering dan tampak kotor.<br />
d.Nadi kecil dan cepat.<br />
e.Suhu badan naik ( dehidrasi ).<br />
f.Mata mulai ikteris.<br />
g.Berat badan turun dan mata cekung.<br />
h.Tensi turun, hemokonsentrasi, oliguria, dan kontipasi.<br />
i.Aseton tercium dari hawa pernafasan dan terjadi asetonuria.<br />
3.Tingkatan III ( Berat )<br />
a.Keadaan umum lebih parah (kesadaran menurun dari somnolen sampai koma).<br />
b.Dehidrasi hebat.<br />
c.Nadi kecil, cepat dan halus.<br />
d.Suhu meningkat dan tensi turun.<br />
e.Terjadi komplikasi fatal pada susunan saraf yang dikenalsebagai ensepalopati Wernicke, dengan gejala nistagmus, diplopia, dan penurunan mental.<br />
f.Timbul ikterus yang menunjukkan adanya payah hati.</p>
<p>F.Penanganan<br />
1.Pencegahan<br />
Pencegahan terhadap hiperemesis gravidarum diperlukan dengan jalan memberikan penerapan tentang kehamiloan dan persalinan sebagai suatu proses yang fisiologi. Hal itu dapat dilakukan dengan cara :<br />
a.Memberikan keyakinan bahwa mual dan muntah merupakan gejala yang fisiologik pada kehamilan muda dan akan hilang setelah kehamilan berumur 4 bulan.<br />
b.Ibu dianjurkan untuk mengubah pola makan sehari-hari dengan makanan dalam jumlah kecil tetapi sering.<br />
c.Waktu bangun pagi jangan segera turun dari tempat tidur, tetapi dianjurkan untuk makan roti kering atau biskuit dengan teh hangat.<br />
d.Hindari makan yang berminyak dan berbau lemak.<br />
e.Makan makanan dan minuman yang disajikan jangan terlalu panas ataupun terlalu dingin.<br />
f.Usahakan defekasi teratur.<br />
2.Terapi obat-obatan<br />
Apabila dengan cara di atas keluhan dan gejala tidak berkurang diperlukan pengobatan.<br />
a.Tidak memberikan obat yang teratogen.<br />
b.Sedetiva yang sering diberikan adalah Phenobarbital.<br />
c.Vitamin yang dianjurkan adalah vitamin B1 dan B6.<br />
d.Anthistaminika seperti dramamin, avomin.<br />
e.Pada keadaan berat, antiemetik seperti disiklomin hidrokhloride atau khlorpromasin.<br />
3.Hiperemesis gravidarum tingkatan II dan III harus dirawat inap di rumah sakit.<br />
Adapun terapi dan perawatan yang diberikan adalah sebagai berikut :<br />
a.Isolasi<br />
Penderita disendirikan dalam kamar yang tenang, tetapi cerah, dan peredaran udara baik. Jangan terlalu banyak tamu, kalau perlu hanya perawat dan dokter saja yang boleh masuk. Catat cairan yang keluar dan masuk. Kadang-kadang isolasi dapat mengurangi atau menghilangkan gejala ini tanpa pengobatan.<br />
b.Terapi psikologik<br />
Berikan pengertian bahwa kehamilan adalah suatu hal yang wajar, normal, dan fisiologis, jadi tidak perlu takut dan khawatir. Yakinkan penderita bahwa penyakit dapat disembuhkan dan dihilangkan masalah atau konflik yang kiranya dapat menjadi latar belakang penyakit ini.<br />
c.Terapi parental<br />
Berikan cairan parental yang cukup elektrolit, karbohidrat, dan protein dengan glukosa 5% dalam cairan garam fisiologik sebanyak 2-3 liter sehari. Bila perlu dapat ditambah kalium dan vitamin, khususnyvitamin B kompleks dan vitamin C dan bila ada kekurangan protein, dapat diberikan pula asam amino secara intravena. Buat dalam daftar kontrol cairan yang masuk dan dikeluarkan. Berikan pula obat-obatan seperti yang telah disebutkan di atas.<br />
d.Terminasi kehamilan<br />
Pada beberapa kasus keadaan tidak menjadi baik, bahkan mundur. Usahakan mengadakan pemeriksaan medik dan psikiatrik bila keadaan memburuk. Delirium, kebutaan, takhikardi, ikterius, anuria, dan perdarahan merupakan manifestasi komplikasi organik. Dalam keadaan demikian perlu dipertimbangkan untuk mengakhiri kehamilan. Keputusan untuk melakukan abortus terapeutik sering sulit diambil, oleh karena di satu pihak tidak boleh dilakukan terlalu cepat, tetapi di lain pihak tidak boleh menunggu sampai terjadi gejala irreversibel pada organ vital.</p>
<p>G. Prognosis<br />
Dengan penanganan yang baik prognosis hiperemesis gravidarum sangat mamuaskan. Penyakit ini biasanya dapat membatasi diri, namun demikian pada tingkatan yang berat, penyakit in dapat mengancam jiwa ibu dan janin.</p>
<p>I.Diagnosa Keperawatan dan Intervensi<br />
1.Gangguan Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b.d Pengeluaran nutrisi yang berlebihan dan intake kurang.<br />
Tujuan :<br />
a.Menjelaskan komponen diet seimbang prenatal, memberi makanan yang mengandung vitamin, mineral, protein dan besi.<br />
b.Mengikuti diet yang dianjurkan.<br />
c.Mengkonsumsi suplemen zat besi / vitamin sesuai resep.<br />
d.Menunjukkan penambahan berat badan yang sesuai ( biasanya 1,5 kg pada ahir trimester pertama )<br />
Intervensi :<br />
a.Tentukan keadekuatan kebiasaan asupan nutrisi dulu / sekarang dengan menggunakan batasan 24 jam. Perhatikan kondisi rambut, kulit dan kuku.<br />
b.Dapatkan riwayat kesehatan ; cacat usia ( khususnya kurang dari 17 tahun, lebih dari 35 tahun).<br />
c.Pastikan tingkat pengetahuan tentang kebutuhan diet.<br />
d.Berikan informasi tertulis / verbal yang tepat tentang diet pranatal  dan suplemen vitamin / zat besi setiap hari.<br />
e.Evaluasi motivasi / sikap dengan mendengar keterangan klien dan meminta umpa balik tentang informasi yang di berikan.<br />
f.Tanyakan keyakinan berkenaan dengan diet sesuai budaya dan hal – hal tabu selama kehamilan.<br />
g.Perhatikan adanya pika/mengidam. Kaji pilihan bahwa bukan makanan dan itngkat moitvasi untuk memakannya.<br />
h.Timbang berat badan klien ; pastikan berat badan pregravid biasanya. Berikan informasi tentang penambahan prenatal yang optimum.<br />
i.Tinjau ulang frekuensi dan beratnya mual/muntah. Kesampingkan muntah pernisiosa (hiperemesis gravidarum)<br />
j.Pantau kadar hemoglobin (Hb)/Hematokrit (Ht)<br />
k.Tes urine terhadap aseton, albumin, dan glukosa.<br />
l.Ukur pembesaran uterus.<br />
m.Buat rujukan yang perlu sesuai idikasi ( misal pada ahli diet,pelayanan social )<br />
n.Rujuk pada program makanan Wanita, Bayi, Anak – anak dengan tepat.<br />
2.Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit b.d kehilangan cairan.<br />
Tujuan :<br />
a.Mengidentifikasi dan melakukan tindakan untuk menurunkan frekuensi dan keparahan mual/muntah.<br />
b.Mengkonsumsi cairan dengan jumlah yang sesuai setiap hari.<br />
c.Mengidenifikasi tanda-tanda dan gejala-gejala dehidrasi yang memerlukan tindakan.<br />
Intervensi :<br />
a.Auskultasi denyut jantung janin ( DJJ ).<br />
b.Tenutkan frekuensi/ beratnya mual/muntah.<br />
c.Tinjau ulang riwayat kemungkinan masalah medis lain (miasal; ulkus peptikum, gastritis, kolesistisis).<br />
d.Anjurkan klien memperahankan masukan/keluaran, tes urin,dan penurunan bert badan setiap hari.<br />
e.Kaji suhu dan turgor kulit, membrane mukosa, tekanan darah (TD), suhu, masukan/keluaran,daan berat jenis urine. Timbang berat badan klien daan banidngkan dengan standar.<br />
f.Anjurkan penigkatan mauskan minian berkarbonat, makan enam kali sehari dengan jumlah yang sedikit, dan makanan tinggi karbohidrat (mis; popcorn,roti kering sebelum bangun tidur).<br />
3.Gangguan citra diri b.d perubahan penampilan sekunder akibat kehamilan<br />
Tujuan :<br />
a.Membuat gambaran diri lebih nyata<br />
b.Mengakui diri sebagai individu<br />
c.Menerima tanggung jawab untuk tindakan sendiri.<br />
Intervensi :<br />
a.Buat hubungan terapeutik perawat/pasien<br />
b.Tingkatkan Konsep diri tanpa penilaian moral<br />
c.Biarkan pasien menggambarkan dirinya sendiri.<br />
d.Nyatakan aturan dengan jelas tentang jadwal penimbangan,tetap melihat waktu makan dan minum obat, dan konsekuensi bila tak mengikuti aturan.<br />
e.Beri respon terhadap kenyataan bila pasien membuat penyataan tidak relistis seperti “ saya meningkatkan berat badan ;jadi saya benar-benar tidak apa-apa “.<br />
f.Sadari reaksi sendiri terhadap perilaku pasien. Hindari perdebatan.<br />
g.Bantu pasien untuk melakuakn kontrol pada area selain dari makan/penurunan berat badan. Missal : manajemen aktivitas harian, pilihan kerja/kesenangan.<br />
4.Intoleransi aktivitas b.d kelemahan tubuh, penurunan metabolisme sel.<br />
Tujuan :<br />
a.Melaporkan peningkatan rasa sejahtera/tingkat energi.<br />
b.Mendemonstrasikan peningkatan aktivitas fisik yang dapat diukur.<br />
Intervensi :<br />
a.Pantau respon fisiologis terhadap aktivitas, missal ; perubahan TD atau frekuensi jantung/pernafasan.<br />
b.Buat tujuan aktivitas realistis dengan pasien.<br />
c.Rencanakan perawatan untuk memungkinkan periode istirahat.Jadwalkan aktivitas untuk periode bila pasien mempunyai banyak energi. Libatkan pasien/orang terdekat dalam perencanaan jadwal.<br />
d.Dorong pasien untuk melakukan kapanpun mungkin, misal ; perawatan diri, bangin dari kursi, berjalan.<br />
e.Beriakn latihan rentang gerak pasif/aktif pada pasien yang terbaring di tempat tidur.<br />
f.Pertahankan tempat tidur pada posisi rendah, singkirkan perabotan, bantu ambulasi.<br />
g.Berikan O2 suplemen sesuai indikasi.</p>
<p>DAFTAR PUSTAKA</p>
<p>- Doengoes, Marilyn E. 2001. Rencana Perawatan Maternal / Bayi. Jakarta : EGC<br />
- Wolf, weitzel,Fuerst.1984. Dasar – Dasar Ilmu Keperawatan.       Jakarta : Gunung Agung.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/42/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=g4disl4gik4ngen.wordpress.com&amp;blog=13542179&amp;post=42&amp;subd=g4disl4gik4ngen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://g4disl4gik4ngen.wordpress.com/2010/07/01/hiperemesis-gravidarum-pada-bumil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e0ea0c847a36badf1a2b15fa0a6ebc9c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">g4disl4gik4ngen</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Preeklamsia pada BUMIL</title>
		<link>http://g4disl4gik4ngen.wordpress.com/2010/07/01/preeklamsia-pada-bumil/</link>
		<comments>http://g4disl4gik4ngen.wordpress.com/2010/07/01/preeklamsia-pada-bumil/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Jul 2010 05:05:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>g4disl4gik4ngen</dc:creator>
				<category><![CDATA[kebidanan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://g4disl4gik4ngen.wordpress.com/?p=39</guid>
		<description><![CDATA[Pengertian Preeklamsia Preeklamsia merupakan terjadinya peningkatan tekanan darah selama masa kehamilan. Hal ini berbahaya bagi kehamilan karena ketika tekanan darah meningkat maka tubuh akan menahan air dan terdapat protein dalam urin. Hal ini dapat meningkatkan terjadinya keracunan kehamilan yang disebut dengan eklamsia. Preeklamsia biasanya menyerang ibu yang baru pertama kali mendapat kehamilan. Mereka yang memiliki [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=g4disl4gik4ngen.wordpress.com&amp;blog=13542179&amp;post=39&amp;subd=g4disl4gik4ngen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pengertian Preeklamsia</p>
<p>Preeklamsia merupakan terjadinya peningkatan tekanan darah selama masa kehamilan. Hal ini berbahaya bagi kehamilan karena ketika tekanan darah meningkat maka tubuh akan menahan air dan terdapat protein dalam urin. Hal ini dapat meningkatkan terjadinya keracunan kehamilan yang disebut dengan eklamsia.</p>
<p>Preeklamsia biasanya menyerang ibu yang baru pertama kali mendapat kehamilan. Mereka yang memiliki riwayat preeklamsia (saudara / ibu) maka mendapatkan resiko yang sama untuk terkena preeklamsia pada kehamilannya.</p>
<p>Ibu hamil dengan bayi kembar, ibu hamil usia remaja dan ibu hamil dengan usia lanjut (diatas 40th) juga berpotensi untuk terkena preeklamsia pada masa kehamilan. Selain itu ibu yang sebelumnya telah memiliki penyakit darah tinggi atau penyakit ginjal juga memiliki potensi terkena preeklamsia pada masa kehamilan.</p>
<p>Jenis Preeklamsia</p>
<p>Preeklamsia dibagi menjadi dua buah yaitu preeklamsia ringan dan preeklamsia berat. Preeklamsia ringan ditandari dengan naiknya tekanan darah, retensi air dan kandungan protein dalam urin. Preeklamsia berat dapat meliputi sakit kepala, pandangan kabur, tidak dapat melihat cahaya yang terang, kelelahan, mual/muntah, sedikit buang air kecil (BAK), sakit di perut bagian kanan atas, napas pendek dan cenderung mudah cedera. Segera hubungi dokter anda bila anda mengalami pandangan kabur, sakit kepala yang parah, sakit di bagian perut, dan/atau jarang sekali BAK.</p>
<p>Penanganan / Pengobatan Preeklamsia</p>
<p>Preeklamsia pada kehamilan ditangani berdasarkan umur kehamilan dan berapa tingkat perkembangan janian dalam kandungan. Bila sudah dekat dengan tanggal perkiraan kelahiran dan bayi telah cukup berkembang ada kemungkinan dokter segera mengambil tindakan untuk mengeluarkan bayi.</p>
<p>Bila ternyata preeklamsia telah ditemukan pada usia kehamilan belum cukup bulan maka dokter biasanya memberikan saran agar ibu banyak beristirahat dan berbaring miring ke kiri agar janin tidak mindih urat darah. Ibu juga diharapkan dapat memperbanyak minum hingga 8 gelas air per hari dan mengurangi konsumsi garam untuk menghindari terjadinya eklamsia (keracunan kehamilan)</p>
<p>Pengobatan pada preeklamsia berat dilakukan dengan memberikan obat yang berfungsi untuk menekan tekanan darah hingga bayi cukup bulan untuk dilahirkan.</p>
<p>Penyebab preeklampsia dan eklampsia</p>
<p>Sampai saat ini belum diketahui secara pasti penyebab dari kelainan ini, namun penelitian menyebutkan ada beberapa faktor yang dapat menunjang terjadinya preeklampsia dan eklampsia. Faktor faktor tersebut antara lain, gizi buruk, kegemukan dan gangguan aliran darah ke rahim.</p>
<p>faktor resiko terjadinya preeklampsia</p>
<p>Preeklampsia umumnya terjadi pada kehamilan yang pertama kali, kehamilan di usia remaja dan kehamilan pada wanita diatas 40 tahun. Faktor resiko yang lain adalah :</p>
<ul>
<li>Riwayat kencing manis,      kelainan ginjal, lupus atau rematoid arthritis</li>
<li>Riwayat tekanan darah      tinggi yang khronis sebelum kehamilan.</li>
<li>Kegemukan.</li>
<li>Riwayat mengalami      preeklampsia sebelumnya.</li>
<li>Riwayat preeklampsia pada      ibu atau saudara perempuan.</li>
<li>Mengandung lebih dari satu      orang bayi.</li>
</ul>
<p>gejala preeklampsia</p>
<p>Selain bengkak pada kaki dan tangan, protein pada urine dan tekanan darah tinggi, gejala preeklampsia yang patut diwaspadai adalah :</p>
<ul>
<li>Sakit kepala yang berat.</li>
<li>Berat badan yang meningkat      secara drastis akibat dari penimbunan cairan dalam tubuh.</li>
<li>Nyeri perut.</li>
<li>Penurunan produksi kencing      atau bahkan tidak kencing sama sekali.</li>
<li>Perubahan pada refleks.</li>
<li>Mual dan muntah yang      berlebihan</li>
<li>Ada darah pada air kencing.</li>
<li>Pusing.</li>
</ul>
<p>Efek preeklampsia pada bayi</p>
<p>Preeklampsia dapat menyebabkan gangguan peredaran darah pada plasenta. Hal ini akan menyebabkan berat badan bayi yang dilahirkan relatif kecil. Selain itu, preeklampsia juga dapat menyebabkan terjadinya <a title="kelahiran" href="http://www.okbangetz.com/category/kelahiran/">kelahiran</a> prematur dan komplikasi lanjutan dari kelahiran prematur yaitu keterlambatan belajar, epilepsi, sereberal palsy, dan masalah pada pendengaran dan penglihatan.</p>
<p>Cara mengobati preeklampsia dan eklampsia</p>
<p>Pengobatan <a title="preeklampsia dan eklampsia " href="http://www.okbangetz.com/preeklampsia-dan-eklampsia/">preeklampsia dan eklampsia </a>adalah kelahiran bayi. Preeklampsia ringan (tekanan darah diatas 140/90 yang terjadi pada umur kehamilan 20 minggu yang mana wanita tersebut belum pernah mengalami hipertensi sebelumnya) dapat dilakukan observasi di rumah atau di rumah sakit terggantung kondisi umum pasien.</p>
<p>Jika umur bayi masih prematur, maka diusahakan keadaan umum pasien dijaga sampai bayi siap dilahirkan. Proses kelahiran sebaiknya dilakukan di rumah sakit dibawah pengawasan ketat dokter spesialis kebidanan. Jika umur bayi sudah cukup, maka sebaiknya segera dilahirkan baik secara induksi (dirangsang) atau operasi.</p>
<p>Untuk preeklampsia berat lebih baik dilakukan perawatan intensif di rumah sakit guna menjaga kondisi ibu dan bayi yang ada di dalam kandungannya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/39/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=g4disl4gik4ngen.wordpress.com&amp;blog=13542179&amp;post=39&amp;subd=g4disl4gik4ngen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://g4disl4gik4ngen.wordpress.com/2010/07/01/preeklamsia-pada-bumil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e0ea0c847a36badf1a2b15fa0a6ebc9c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">g4disl4gik4ngen</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Penyakit Menular Seksual</title>
		<link>http://g4disl4gik4ngen.wordpress.com/2010/07/01/penyakit-menular-seksual/</link>
		<comments>http://g4disl4gik4ngen.wordpress.com/2010/07/01/penyakit-menular-seksual/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Jul 2010 04:56:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>g4disl4gik4ngen</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://g4disl4gik4ngen.wordpress.com/?p=35</guid>
		<description><![CDATA[Penyakit menular seksual adalah penyakit yang menyerang manusia dan binatang melalui transmisi hubungan seksual, seks oral dan seks anal. Kata penyakit menular seksual semakin banyak digunakan, karena memiliki cakupan pada arti&#8217; orang yang mungkin terinfeksi, dan mungkin mengeinfeksi orang lain dengan tanda-tanda kemunculan penyakit. Penyakit menular seksual juga dapat ditularkan melalui jarum suntik dan juga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=g4disl4gik4ngen.wordpress.com&amp;blog=13542179&amp;post=35&amp;subd=g4disl4gik4ngen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Penyakit menular seksual</strong> adalah penyakit yang menyerang manusia dan binatang melalui transmisi <a title="Hubungan seksual" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hubungan_seksual">hubungan seksual</a>, <a title="Seks oral" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Seks_oral">seks oral</a> dan <a title="Seks anal" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Seks_anal">seks anal</a>. Kata <strong>penyakit menular seksual</strong> semakin banyak digunakan, karena memiliki cakupan pada arti&#8217; orang yang mungkin terinfeksi, dan mungkin mengeinfeksi orang lain dengan tanda-tanda kemunculan penyakit. Penyakit menular seksual juga dapat ditularkan melalui jarum suntik dan juga kelahiran dan menyusui. Infeksi penyakit menular seksual telah diketahui selama ratusan tahun.</p>
<h2>Jenis-jenis IMS</h2>
<ul>
<li><a title="Gonore" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gonore">Gonore</a></li>
<li><a title="Sifilis" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sifilis">Sifilis</a></li>
<li><a title="Herpes genitali" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Herpes_genitali">Herpes genitali</a></li>
<li><a title="Kondiloma Akuminata" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kondiloma_Akuminata">Kondiloma Akuminata</a></li>
<li><a title="Klamidia Trachomatis" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Klamidia_Trachomatis">Klamidia Trachomatis</a></li>
</ul>
<h2><a name="chlamydia"><span style="font-family:Arial;">Klamidia</span></a><span style="font-family:Arial;"> </span></h2>
<p><span style="font-family:Arial;"><strong>Tipe:</strong> Bakterial </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"><strong>Cara Penularan:</strong> Hubungan seks vaginal dan anal. </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"><strong>Gejala:</strong> Sampai 75% kasus pada perempuan dan 25% kasus pada laki-laki tidak menunjukkan gejala.  Gejala yang ada meliputi keputihan yang abnormal, dan rasa nyeri saat kencing baik pada laki-laki maupun perempuan.  Perempuan juga dapat mengalami rasa nyeri pada perut bagian bawah atau nyeri saat hubungan seksual, pada laki-laki mungkin akan mengalami pembengkakan atau nyeri pada testis. </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"><strong>Pengobatan:</strong> Infeksi dapat diobati dengan antibiotik.  Namun pengobatan tersebut tidak dapat menghilangkan kerusakan yang timbul sebelum pengobatan dilakukan. </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"><strong>Konsekuensi yang mungkin terjadi pada orang yang terinfeksi: </strong>Pada perempuan, jika tidak diobati, sampai 30% akan mengalami Penyakit Radang Panggul (PRP) yang pada gilirannya dapat menyebabkan kehamilan ektopik, kemandulan dan nyeri panggul kronis.  Pada laki-laki, jika tidak diobati, klamidia akan menyebabkan epididymitis, yaitu sebuah peradangan pada testis (tempat di mana sperma disimpan), yang mungkin dapat menyebabkan kemandulan.  Individu yang terinfeksi akan berisiko lebih tinggi untuk terinfeksi HIV jika terpapar virus tersebut. </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"><strong>Konsekuensi yang mungkin terjadi pada janin dan bayi baru lahir:</strong> lahir premature, pneumonia pada bayi dan infeksi mata pada bayi baru lahir yang dapat terjadi karena penularan penyakit ini saat proses persalinan. </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"><strong>Pencegahan:</strong> Tidak melakukan hubungan seksual secara vaginal maupun anal dengan orang yang terinfeksi adalah satu-satunya cara pencegahan yang 100% efektif.  Kondom dapat mengurangi tetapi tidak dapat menghilangkan sama sekali risiko tertular penyakit ini. </span></p>
<h2><span style="font-family:Arial;"><a name="gonorrhea">Gonore</a> </span></h2>
<p><span style="font-family:Arial;"><strong>Tipe:</strong> Bakterial </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"><strong>Cara penularan:</strong> Hubungan seks vaginal, anal dan oral. </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"><strong>Gejala:</strong> Walaupun beberapa kasus tidak menunjukkan gejala, jika gejala muncul, sering hanya ringan dan muncul dalam 2-10 hari setelah terpapar.  Gejala-gejala meliputi <em>discharge</em> dari penis, vagina, atau rektum dan rasa panas atau gatal saat buang air kecil. </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"><strong>Pengobatan:</strong> Infeksi dapat disembuhkan dengan antibiotik.   Namun tidak dapat menghilangkan kerusakan yang timbul sebelum pengobatan dilakukan. </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"><strong>Konsekuensi yang mungkin timbul pada orang yang terinfeksi:</strong> Pada perempuan jika tidak diobati, penyakit ini merupakan penyebab utama Penyakit Radang Panggul, yang kemudian dapat menyebabkan kehamilan ektopik, kemandulan dan nyeri panggul kronis.  Dapat menyebabkan kemandulan pada pria.  Gonore yang tidak diobati dapat menginfeksi sendi, katup jantung dan/atau otak. </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"><strong>Konsekuensi yang mungkin timbul pada janin dan bayi baru lahir:</strong> Gonore dapat menyebabkan kebutaan dan penyakit sistemik seperti meningitis dan arthritis sepsis pada bayi yang terinfkesi pada proses persalinan.  Untuk mencegah kebutaan, semua bayi yang lahir di rumah sakit biasanya diberi tetesan mata untuk pengobatan gonore. </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"><strong>Pencegahan:</strong> Tidak melakukan hubungan seksual baik vaginal, anal dan oral dengan orang yang terinfeksi adalah satu-satunya cara yang 100% efektif untuk pencegahan.  Kondom dapat mengurangi tetapi tidak dapat menghilangkan sama sekali risiko penularan penyakit ini. </span></p>
<h2><span style="font-family:Arial;"><a name="hbv">Hepatitis B (HBV)</a> </span></h2>
<p><span style="font-family:Arial;"><strong>Tipe:</strong> Viral </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"><strong>Cara Penularan:</strong> Hubungan seks vaginal, oral dan khususnya anal; memakai jarum suntik bergantian; perlukaan kulit karena alat-alat medis dan kedokteran gigi; melalui transfusi darah. </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"><strong>Gejala:</strong> Sekitar sepertiga penderita HBV tidak menunjukkan gejala.  Gejala yang muncul meliputi demam, sakit kepala, nyeri otot, lemah, kehilangan nafsu makan, muntah dan diare.  Gejala-gejala yang ditimbulkan karena gangguan di hati meliputi air kencing berwarna gelap, nyeri perut, kulit menguning dan mata pucat. </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"><strong>Pengobatan:</strong> Belum ada pengobatan.  Kebanyakan infeksi bersih dengan sendirinya dalam 4-8 minggu.  Beberapa orang menjadi terinfeksi secara kronis. </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"><strong>Konsekuensi yang mungkin timbul pada orang yang terinfeksi:</strong> Untuk orang-orang yang terinfeksi secara kronis, penyakit ini dapat berkembang menjadi cirrhosis, kanker hati dan kerusakan sistem kekebalan. </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"><strong>Konsekuensi yang mungkin timbul pada janin dan bayi baru lahir:</strong> Perempuan hamil dapat menularkan penyakit ini pada janin yang dikandungnya.  90% bayi yang terinfeksi pada saat lahir menjadi karier kronik dan berisiko untuk tejadinya penyakit hati dan kanker hati.  Mereka juga dapat menularkan virus tersebut.  Bayi dari seorang ibu yang terinfeksi dapat diberi immunoglobulin dan divaksinasi pada saat lahir, ini berpotensi untuk menghilangkan risiko infeksi kronis. </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"><strong>Pencegahan:</strong> Tidak melakukan hubungan seks dengan orang yang terinfeksi khususnya seks anal, di mana cairan tubuh, darah, air mani dan secret vagina paling mungkin dipertukarkan adalah satu-satunya cara pencegahan yang 100% efektif mencegah penularan virus hepatitis B melalui hubungan seks.  Kondom dapat menurunkan risiko tetapi tidak dapat sama sekali menghilangkan risiko untuk tertular penyakit ini melalui hubungan seks.  Hindari pemakaian narkoba suntik dan memakai jarum suntik bergantian.  Bicarakan dengan petugas kesehatan kewaspadaan yang harus diambil untuk mencegah penularan Hepatitis B, khususnya ketika akan menerima tranfusi produk darah atau darah.  Vaksin sudah tersedia dan disarankan untuk orang-orang yang berisiko terkena infeksi Hepatitis B.  Sebagai tambahan, vaksinasi Hepatitis B sudah dilakukan secara rutin pada imunisasi anak-anak sebagaimana direkomendasikan oleh the American Academy of Pediatrics. </span></p>
<h2><span style="font-family:Arial;"><a name="herpes">Herpes Genital (HSV-2)</a> </span></h2>
<p><span style="font-family:Arial;"><strong>Tipe:</strong> Viral </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"><strong>Cara Penularan:</strong> Herpes menyebar melalui kontak seksual antar kulit dengan bagian-bagian tubuh yang terinfeksi saat melakukan hubungan seks vaginal, anal atau oral.  Virus sejenis dengan strain lain yaitu Herpes Simplex Tipe 1 (HSV-1) umumnya menular lewat kontak non-seksual dan umumnya menyebabkan luka di bibir.  Namun, HSV-1 dapat juga menular lewat hubungan seks oral dan dapat menyebabkan infeksi alat kelamin. </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"><strong>Gejala-gejala:</strong> Gejala-gejala biasanya sangat ringan dan mungkin meliputi rasa gatal atau terbakar; rasa nyeri di kaki, pantat atau daerah kelamin; atau keputihan.  Bintil-bintil berair atau luka terbuka yang terasa nyeri juga mungkin terjadi, biasanya di daerah kelamin, pantat, anus dan paha, walaupun dapat juga terjadi di bagian tubuh yang lain.  Luka-luka tersebut akan sembuh dalam beberapa minggu tetapi dapat muncul kembali. </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"><strong>Pengobatan:</strong> Belum ada pengobatan untuk penyakit ini.  Obat anti virus biasanya efektif dalam mengurangi frekuensi dan durasi (lamanya) timbul gejala karena infeksi HSV-2. </span></p>
<p><strong><span style="font-family:Arial;">Konsekuensi yang Mungkin Terjadi pada Orang yang Terinfeksi:</span></strong><span style="font-family:Arial;"> Orang yang terinfeksi dan memiliki luka akan meningkat risikonya untuk terinfeksi HIV jika terpapar sebab luka tersebut menjadi jalan masuk virus HIV. </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"><strong>Konsekuensi yang Mungkin Terjadi pada Janin dan Bayi:</strong> Perempuan yang mengalami episode pertama dari herpes genital pada saat hamil akan memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terjadinya kelahiran prematur.  Kejadian akut pada masa persalinan merupakan indikasi untuk dilakukannya persalinan dengan operasi cesar sebab infeksi yang mengenai bayi yang baru lahir akan dapat menyebabkan kematian atau kerusakan otak yang serius. </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"><strong>Pencegahan:</strong> Tidak melakukan hubungan seks secara vaginal, anal dan oral dengan orang yang terinfeksi adalah satu-satunya cara pencegahan yang 100% efektif mencegah penularan virus herpes genital melalui hubungan seks.  Kondom dapat mengurangi risiko tetapi tidak dapat samasekali menghilangkan risiko tertular penyakit ini melalui hubungan seks.  Walaupun memakai kondom saat melakukan hubungan seks, masih ada kemungkinan untuk tertular penyakit ini yaitu melalui adanya luka di daerah kelamin. </span></p>
<h2><span style="font-family:Arial;"><a name="hiv">HIV/AIDS</a> </span></h2>
<p><span style="font-family:Arial;"><strong>Tipe:</strong> Viral </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"><strong>Cara Penularan:</strong> Hubungan seks vaginal, oral dan khususnya anal; darah atau produk darah yang terinfeksi; memakai jarum suntik bergantian pada pengguna narkoba; dan dari ibu yang terinfeksi kepada janin dalam kandungannya, saat persalinan, atau saat menyusui. </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"><strong>Gejala-gejala:</strong> Beberapa orang tidak mengalami gejala saat terinfeksi pertama kali.  Sementara yang lainnya mengalami gejala-gejala seperti flu, termasuk demam, kehilangan nafsu makan, berat badan turun, lemah dan pembengkakan saluran getah bening.  Gejala-gejala tersebut biasanya menghilang dalam seminggu sampai sebulan, dan virus tetap ada dalam kondisi tidak aktif (dormant) selama beberapa tahun.  Namun, virus tersebut secara terus menerus melemahkan sistem kekebalan, menyebabkan orang yang terinfeksi semakin tidak dapat bertahan terhadap infeksi-infeksi oportunistik. </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"><strong>Pengobatan:</strong> Belum ada pengobatan untuk infeksi ini.  Obat-obat anti retroviral digunakan untuk memperpanjang hidup dan kesehatan orang yang terinfeksi.  Obat-obat lain digunakan untuk melawan infeksi oportunistik yang juga diderita. </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"><strong>Konsekuensi yang Mungkin Terjadi pada Orang yang Terinfeksi:</strong> Hampir semua orang yang terinfeksi HIV akhirnya akan menjadi AIDS dan meninggal karena komplikasi-komplikasi yang berhubungan dengan AIDS. </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"><strong>Konsekuensi yang Mungkin Terjadi pada Janin dan Bayi:</strong> 20-30% dari bayi yang lahir dari ibu yang terinfeksi HIV akan terinfeksi HIV juga dan gejala-gejala dari AIDS akan muncul dalam satu tahun pertama kelahiran.  20% dari bayi-bayi yang terinfeksi tersebut akan meninggal pada saat berusia 18 bulan.  Obat antiretroviral yang diberikan pada saat hamil dapat menurunkan risiko janin untuk terinfeksi HIV dalam proporsi yang cukup besar.  Lihat <a href="http://www.w-cpc.org/pregnancy/teratogen.html#aids">Prenatal Risk Assessment: AIDS</a> untuk infomasi lebih lanjut tentang AIDS dan kehamilan. </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"><strong>Pencegahan:</strong> Tidak melakukan hubungan seksual dengan orang yang terinfeksi, khususnya hubungan seks anal, di mana cairan tubuh, darah, air mani atau secret vagina paling mungkin dipertukarkan, adalah satu-satunya cara yang 100% efektif untuk mencegah penularan HIV melalui hubungan seks.  Kondom dapat menurunkan risiko penularan tetapi tidak menghilangkan sama sekali kemungkinan penularan.  Hindari pemakaian narkoba suntik dan saling berbagi jarum suntik.  Diskusikan dengan petugas kesehatan tindakan kewaspadaan yang harus dilakukan untuk mencegah penularan HIV, terutama saat harus menerima transfusi darah maupun produk darah. </span></p>
<h2><a name="hpv"><span style="font-family:Arial;">Human Papilloma Virus (HPV)</span></a><span style="font-family:Arial;"> </span></h2>
<p><span style="font-family:Arial;"><strong>Tipe:</strong> Viral </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"><strong>Cara Penularan:</strong> Hubungan seksual vaginal, anal atau oral. </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"><strong>Gejala-gejala:</strong> Tonjolan yang tidak sakit, kutil yang menyerupai bunga kol tumbuh di dalam atau pada kelamin, anus dan tenggorokan. </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"><strong>Pengobatan:</strong> Tidak ada pengobatan untuk penyakit ini.  Kutil dapat dihilangkan dengan cara-cara kimia, pembekuan, terapi laser atau bedah. </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"><strong>Konsekuensi yang Mungkin Terjadi pada Orang yang Terinfeksi:</strong> HPV adalah virus yang menyebabkan kutil kelamin.  Beberapa strains dari virus ini berhubungan kuat dengan kanker serviks sebagaimana halnya juga dengan kanker vulva, vagina, penis dan anus.  Pada kenyataannya 90% penyebab kanker serviks adalah virus HPV.  Kanker serviks ini menyebabkan kematian 5.000 perempuan Amerika setiap tahunnya. </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"><strong>Konsekuensi yang Mungkin Terjadi pada Janin dan Bayi:</strong> Pada bayi-bayi yang terinfeksi virus ini pada proses persalinan dapat tumbuh kutil pada tenggorokannya yang dapat menyumbat jalan nafas sehingga kutil tersebut harus dikeluarkan. </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"><strong>Pencegahan:</strong> Tidak melakukan hubungan seks secara vaginal, anal dan oral dengan orang yang terinfeksi adalah satu-satunya cara pencegahan yang 100% efektif mencegah penularan.  Kondom hampir tidak berfungsi sama sekali dalam mencegah penularan virus ini melalui hubungan seks. </span></p>
<h2><span style="font-family:Arial;"><a name="syphilis">Sifilis</a> </span></h2>
<p><span style="font-family:Arial;"><strong>Tipe:</strong> Bakterial </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"><strong>Cara Penularan:</strong> Cara penularan yang paling umum adalah hubungan seks vaginal, anal atau oral.  Namun, penyakit ini juga dapat ditularkan melalui hubungan non-seksual jika ulkus atau lapisan mukosa yang disebabkan oleh sifilis kontak dengan lapisan kulit yang tidak utuh dengan orang yang tidak terinfeksi. </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"><strong>Gejala-gejala:</strong> Pada fase awal, penyakit ini menimbulkan luka yang tidak terasa sakit atau &#8220;chancres&#8221; yang biasanya muncul di daerah kelamin tetapi dapat juga muncul di bagian tubuh yang lain, jika tidak diobati penyakit akan berkembang ke fase berikutnya yang dapat meliputi adanya gejala ruam kulit, demam, luka pada tenggorokan, rambut rontok dan pembengkakan kelenjar di seluruh tubuh. </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"><strong>Pengobatan:</strong> Penyakit ini dapat diobati dengan penisilin; namun, kerusakan pada organ tubuh yang telah terjadi tidak dapat diperbaiki. </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"><strong>Konsekuensi yang Mungkin Terjadi pada Orang yang Terinfeksi:</strong> Jika tidak diobati, sifilis dapat menyebabkan kerusakan serius pada hati, otak, mata, sistem saraf, tulang dan sendi dan dapat menyebabkan kematian.  Seorang yang sedang menderita sifilis aktif risikonya untuk terinfeksi HIV jika terpapar virus tersebut akan meningkat karena luka (chancres) merupakan pintu masuk bagi virus HIV. </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"><strong>Konsekuensi yang Mungkin Terjadi pada Janin dan Bayi:</strong> Jika tidak diobati, seorang ibu hamil yang terinfeksi sifilis akan menularkan penyakit tersebut pada janin yang dikandungnya.  Janin meninggal di dalam dan meninggal pada periode neonatus terjadi pada sekitar 25% dari kasus-kasus ini.  40-70% melahirkan bayi dengan sifilis aktif.  Jika tidak terdeteksi, kerusakan dapat terjadi pada jantung, otak dan mata bayi. </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"><strong>Pencegahan:</strong> Tidak melakukan hubungan seks secara vaginal, anal dan oral dengan orang yang terinfeksi adalah satu-satunya cara pencegahan yang 100% efektif mencegah penularan sifilis melalui hubungan seksual.  Kondom dapat mengurangi tetapi tidak menghilangkan risiko tertular penyakit ini melalui hubungan seks.  Masih ada kemungkinan tertular sifilis walaupun memakai kondom yaitu melalui luka yang ada di daerah kelamin.  Usaha untuk mencegah kontak non-seksual dengan luka, ruam atau lapisan bermukosa karena adanya sifilis juga perlu dilakukan. </span></p>
<h2><span style="font-family:Arial;"><a name="trich">Trikomoniasis</a> </span></h2>
<p><span style="font-family:Arial;"><strong>Tipe:</strong> Disebabkan oleh protozoa <em>Trichomonas vaginalis.</em> </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"><strong>Prevalensi:</strong> Trikomoniasis adalah PMS yang dapat diobati yang paling banyak terjadi pada perempuan muda dan aktif seksual.  Diperkirakan, 5 juta kasus baru terjadi pada perempuan dan laki-laki. </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"><strong>Cara Penularan:</strong> Trikomoniasis menular melalui kontak seksual. Trichomonas vaginalis dapat bertahan hidup pada benda-benda seperti baju-baju yang dicuci, dan dapat menular dengan pinjam meminjam pakaian tersebut. </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"><strong>Gejala-gejala:</strong> Pada perempuan biasa terjadi keputihan yang banyak, berbusa, dan berwarna kuning-hijau.  Kesulitan atau rasa sakit pada saat buang air kecil dan atau saat berhubungan seksual juga sering terjadi.  Mungkin terdapat juga nyeri vagina dan gatal atau mungkin tidak ada gejala sama sekali.  Pada laki-laki mungkin akan terjadi radang pada saluran kencing, kelenjar, atau kulup dan/atau luka pada penis, namun pada laki-laki umumnya tidak ada gejala. </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"><strong>Pengobatan:</strong> Penyakit ini dapat disembuhkan.  Pasangan seks juga harus diobati. </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"><strong>Konsekuensi yang Mungkin Terjadi pada Orang yang Terinfeksi:</strong> Radang pada alat kelamin pada perempuan yang terinfeksi trikomoniasis mungkin juga akan meningkatkan risiko untuk terinfeksi HIV jika terpapar dengan virus tersebut.  Adanya trikomoniasis pada perempuan yang juga terinfeksi HIV akan meningkatkan risiko penularan HIV pada pasangan seksualnya. </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"><strong>Konsekuensi yang Mungkin Terjadi pada Janin dan Bayi:</strong> Trikomoniasis pada perempuan hamil dapat menyebabkan ketuban pecah dini dan kelahiran prematur. </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"><strong>Pencegahan:</strong> Tidak melakukan hubungan seks secara vaginal dengan orang yang terinfeksi adalah satu-satu cara pencegahan yang 100% efektif mencegah penularan trikomoniasis melalui hubungan seksual.  Kondon dan berbagai metode penghalang sejenis yang lain dapat mengurangi tetapi tidak menghilangkan risiko untuk tertular penyakit ini melalui hubungan seks.  Hindari untuk saling pinjam meminjam handuk atau pakaian dengan orang lain untuk mencegah penularan non-seksual dari penyakit ini.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"><br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"><br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"><br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"><br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"><br />
</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/35/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=g4disl4gik4ngen.wordpress.com&amp;blog=13542179&amp;post=35&amp;subd=g4disl4gik4ngen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://g4disl4gik4ngen.wordpress.com/2010/07/01/penyakit-menular-seksual/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e0ea0c847a36badf1a2b15fa0a6ebc9c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">g4disl4gik4ngen</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>mengatasi keputihan</title>
		<link>http://g4disl4gik4ngen.wordpress.com/2010/06/10/mengatasi-keputihan/</link>
		<comments>http://g4disl4gik4ngen.wordpress.com/2010/06/10/mengatasi-keputihan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Jun 2010 06:46:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>g4disl4gik4ngen</dc:creator>
				<category><![CDATA[kebidanan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://g4disl4gik4ngen.wordpress.com/?p=24</guid>
		<description><![CDATA[Keputihan merupakan salah satu gangguan pada organ reproduksi wanita. Keputihan ditandai dengan keluarnya cairan (bukan darah) dari vagina secara berlebihan. Setiap wanita sekali waktu pernah mengalami keputihan dalam hidupnya, bahkan banyak yang sering mengalaminya. Dalam keadaan yang normal, vagina yang sehat memproduksi cairan untuk membersihkan vagina dari benda-benda asing yang tidak diinginkan. Cairan tersebut juga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=g4disl4gik4ngen.wordpress.com&amp;blog=13542179&amp;post=24&amp;subd=g4disl4gik4ngen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Keputihan merupakan salah satu gangguan pada organ reproduksi wanita. Keputihan ditandai dengan keluarnya cairan (bukan darah) dari vagina secara berlebihan. Setiap wanita sekali waktu pernah mengalami keputihan dalam hidupnya, bahkan banyak yang sering mengalaminya. Dalam keadaan yang normal, vagina yang sehat memproduksi cairan untuk membersihkan vagina dari benda-benda asing yang tidak diinginkan. Cairan tersebut juga berfungsi sebagai pelumas dalam hubungan seksual untuk membantu penetrasi penis, serta membantu fungsi reproduksi. Sekresi alami tersebut bisa cair seperti air atau kadang-kadang agak berlendir, umumnya cairan yang keluar sedikit, jernih dan tidak berbau.</p>
<p>Selama kehamilan, menjelang dan sesudah menstruasi dan pada masa ovulasi atau masa subur ketika sel telur siap dibuahi, vagina cenderung mengeluarkan lebih banyak cairan sehingga timbul keputihan. Begitu juga akibat rangsangan seksual dan saat melakukan senggama cairan yang dikeluarkan vagina lebih banyak. Keputihan yang terjadi karena hal tersebut, masih tergolong normal dan sehat. Namun, jika cairan yang keluar berlebihan dan sifatnya berubah-ubah, menimbulkan rasa gatal, rasa panas dan perih sewaktu buang air kemih atau rasa nyeri sewaktu bersenggama, serta mengeluarkan bau yang tidak sedap, maka hal tersebut perlu diwaspadai karena merupakan keputihan yang tidak semestinya.</p>
<p>Keputihan bukan suatu penyakit tersendiri, tetapi dapat merupakan gejala dari suatu penyakit lain. Keputihan yang berlangsung terus menerus dalam waktu yang cukup lama dan menimbulkan keluhan, perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui penyebabnya.</p>
<p>Keputihan dapat disebabkan oleh berbagai hal, seperti infeksi mikroorganisme yaitu bakteri, jamur, virus atau parasit. Juga dapat disebabkan karena gangguan keseimbangan hormon, stres, kelelahan kronis, peradangan alat kelamin, benda asing dalam vagina, dan adanya penyakit dalam organ reproduksi seperti kanker leher rahim. Keputihan akibat infeksi penularannya sebagian besar melalui hubungan seksual.</p>
<p>Jumlah, warna, dan bau dari cairan keputihan akibat infeksi mikroorganisme tergantung dari jenis mikroorganisme yang menginfeksinya. Infeksi yang disebabkan oleh Trichomonas vaginalis ciri-cirinya : cairan yang keluar bersifat encer, berwarna hijau terang dan berbau tidak sedap, disertai dengan rasa gatal, sering buang air kecil tapi sedikit-sedikit dan rasanya panas. Infeksi oleh jamur Candida albicans mempunyai ciri-ciri : cairan vagina yang keluar berwarna putih, kental, ada bercak putih yang melekat pada dinding vagina, seringkali disertai rasa gatal yang intensif. Infeksi oleh bakteri Gardnerella vaginalis menimbulkan cairan yang berwarna putih keruh keabu-abuan, agak lengket, berbau tidak sedap serta rasa gatal dan panas pada vagina.</p>
<p>Herbal atau tumbuhan obat yang dapat digunakan untuk mengatasi keputihan diantaranya berfungsi sebagai antiradang, anti-infeksi, antiseptik, menghilangkan gatal, pengelat (mengerutkan selaput lendir sehingga dapat mengurangi sekresi cairan). Menggunakan resep dari herbal harus dilakukan setiap hari secara teratur sampai keluhan hilang.</p>
<p>Tumbuhan obat yang digunakan untuk mengatasi keputihan, antara lain :</p>
<p><strong>1.Daun Sirih (Piper betle L.)</strong></p>
<p>Khasiat : antiradang, anti-infeksi dan menghilangkan gatal.</p>
<p><strong>2.Sambiloto (Andrographis paniculata)</strong></p>
<p>Khasiat : antiradang, menghilangkan bengkak, menghilangkan panas.</p>
<p><strong>3.Kunyit (Curcuma longa L.)</strong></p>
<p>Khasiat : antiradang, antibakteri</p>
<p><strong>4.Kulit delima (Punica granatum)</strong></p>
<p>Khasiat : sebagai astringent /pengelat (mengurangi sekresi cairan)</p>
<p><strong>5.Rumput Mutiara (Hedyotis corymbosa)</strong></p>
<p>Khasiat : berkhasiat antiradang, antikanker</p>
<p><strong>6.Tumbuhan Leunca (Solanum nigrum L.)</strong></p>
<p>Khasiat : antiradang, antikanker, menghilangkan bengkak, menghilangkan gatal, peluruh kemih, menghilangkan panas.</p>
<p><strong>7.Bunga Jengger Ayam (Celosia cristata)</strong></p>
<p>Khasiat : antiradang, pengelat (astringent), peluruh kemih, menghilangkan keputihan.</p>
<p>Berikut contoh resep herbal untuk mengatasi keputihan</p>
<p><strong>Resep 1. (Pemakaian luar)</strong></p>
<p>10-15 lembar daun sirih + 30 gram daun jambu biji, dicuci bersihlalu direbus dengan 2 liter air hingga tersisa 1 liter, disaring, hangat-hangat kuku digunakan untuk mencuci vagina. Lakukan secara teratur.</p>
<p><strong>Resep 2. (Pemakaian dalam)</strong></p>
<p>20 gram kunyit (dipotong-potong)+ 10 gram sambiloto kering + 15 gram kulit delima kering, dicuci bersih semuanya, lalu direbus dengan 800 cc air hingga tersisa 300 cc, disaring, airnya diminum 2 kali sehari (dapat ditambahkan gula aren atau madu). Lakukan secara teratur.<a href="http://g4disl4gik4ngen.files.wordpress.com/2010/06/kl.jpeg"><img class="alignnone size-full wp-image-25" title="kl" src="http://g4disl4gik4ngen.files.wordpress.com/2010/06/kl.jpeg?w=130&#038;h=94" alt="" width="130" height="94" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/24/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=g4disl4gik4ngen.wordpress.com&amp;blog=13542179&amp;post=24&amp;subd=g4disl4gik4ngen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://g4disl4gik4ngen.wordpress.com/2010/06/10/mengatasi-keputihan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e0ea0c847a36badf1a2b15fa0a6ebc9c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">g4disl4gik4ngen</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://g4disl4gik4ngen.files.wordpress.com/2010/06/kl.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">kl</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>mengatasi jerawat</title>
		<link>http://g4disl4gik4ngen.wordpress.com/2010/06/10/mengatasi-jerawat/</link>
		<comments>http://g4disl4gik4ngen.wordpress.com/2010/06/10/mengatasi-jerawat/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Jun 2010 06:30:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>g4disl4gik4ngen</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://g4disl4gik4ngen.wordpress.com/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[Jerawat, Cara Mengatasi Dan Menyembuhkannya To the poin saja ya, karena sudah banyak artikel yang menjelaskan asal-usul atau penyebab jerawat dari berbagai macam ragam jenis jerawat. Bertahun-tahun lamanya saya harus berkelut dengan jerawat sampai hampir putus asa untuk mengobatinya lagi karena sudah mencoba berbagai macam cara &#38; aneka produk perawatan wajah ataupun obat baik medis [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=g4disl4gik4ngen.wordpress.com&amp;blog=13542179&amp;post=16&amp;subd=g4disl4gik4ngen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3><a href="http://solusi-jerawat.blogspot.com/2008/01/jerawat-cara-mengatasi-dan.html">Jerawat, Cara Mengatasi Dan Menyembuhkannya</a></h3>
<div>To the poin saja ya, karena sudah banyak artikel yang menjelaskan asal-usul atau penyebab jerawat dari berbagai macam ragam jenis jerawat.</p>
<p>Bertahun-tahun lamanya saya harus berkelut dengan jerawat sampai hampir putus asa untuk mengobatinya lagi karena sudah mencoba berbagai macam cara &amp; aneka produk perawatan wajah ataupun obat baik medis maupun jamu tradisional.</p>
<p>Dan akhirnya sekarang saya bisa bebas lepas dari masalah jerawat ini dengan melakukan metode-metode berikut ini :</p>
</div>
<ul>
<li> Selalu menjaga kebersihan wajah, dengan rajin membasuh muka dengan sabun yang cocok dengan PH kulit anda. Berwudhu pun juga termasuk terapi ampuh untuk mengurangi jerawat.</li>
<li>Rajin berolahraga atau melakukan akitivitas fisik yang lumayan banyak menghasilkan keringat, hal ini terbukti sekali saat saya bekerja sebagai seorang pelaksana di sebuah perusahaan perkapalan dimana aktivitas kerja saya sangat banyak menghasilkan keringat yang ternyata berakibat positif untuk menurunkan tingkat keparahan jerawat saya.</li>
<li>Rajin minum air putih. Tampaknya memang sederhana, tapi terapi ini benar benar manjur tidak hanya untuk masalah jerawat saja bahkan untuk penyakit penyakit berat lain sekalipun. Dengan bagusnya sistem &#8220;pengairan&#8221; di tubuh anda, maka darah anda ataupun organ lain tubuh anda akan bisa lebih &#8220;bersih&#8221; dan sehat sehingga akan mendukung proses penyembuhan anda dari jerawat atau penyakit lainnya.</li>
<li>Hindari stress berlebihan karena bisa menjadi pemicu semakin banyaknya jerawat anda, saya sudah coba buktikan sendiri dengan rajin melakukan tehnik menenangkan hati yang ada di <a href="http://tehnik-menenangkan-hati.blogspot.com/">website ini</a>, silahkan anda coba buktikan sendiri <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </li>
</ul>
<div>Untuk mencegah agar jerawat anda tidak menjadi semakin parah, berikut ini adalah solusinya :</div>
<ul>
<li>Jangan memencet jerawat anda, apalagi jika tangan anda tidak bersih karena HANYA akan semakin meperparah jerawat anda bahkan bisa menimbulkan luka lain ataupun infeksi.</li>
<li>Jika timbul luka, anda dapat mengoleskan Betadine untuk mencegah infeksi yang berkelanjutan.</li>
<li>Cobalah menggunakan ramuan belimbing wuluh yang di tumbuk sampai halus seperti bubur lalu dicampur air garam secukupnya, Lulur ini juga berfungsi sebagai astringen yang akan membantu memperkecil pori-pori yang terbuka terlalu lebar.</li>
<li>Hindari makanan berlemak dan perbanyaklah konsumsi vitamin C dan makanan yang mengandung zinc.</li>
<li>Anda juga bisa melakukan penyembuhan alami untuk diri sendiri dengan terapi Reiki yang juga bermanfaat untuk membantu lebih awet muda dan memperhalus kulit. Silahkan anda pelajari secara GRATIS<a href="http://g4disl4gik4ngen.files.wordpress.com/2010/06/images.jpeg"><img class="alignnone size-full wp-image-17" title="images" src="http://g4disl4gik4ngen.files.wordpress.com/2010/06/images.jpeg?w=101&#038;h=130" alt="" width="101" height="130" /></a></li>
</ul>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/g4disl4gik4ngen.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=g4disl4gik4ngen.wordpress.com&amp;blog=13542179&amp;post=16&amp;subd=g4disl4gik4ngen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://g4disl4gik4ngen.wordpress.com/2010/06/10/mengatasi-jerawat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e0ea0c847a36badf1a2b15fa0a6ebc9c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">g4disl4gik4ngen</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://g4disl4gik4ngen.files.wordpress.com/2010/06/images.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">images</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
